Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Jumat 30
Juli

Ditengarai karena Masalah Politis

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Blitar Samanhudi tetap bersikukuh dengan pendiriannya. Yakni, melanjutkan kasus penganiayaan yang dialami ke ranah hukum.  “Sebagai warga yang sadar hukum, kami serahkan kasus ini kepada pihak yang berwajib. Biarkan hamba hukum yang memproses masalah ini,” kata Samanhudi usai bermain sepak bola dengan wartawan kemarin.

Hudi-demikian Samanhudi biasa disapa-beranggapan, kasus penganiayaan yang menimpanya ditengarai karena masalah politis. Tindakan penganiayaan  yang terjadi pada Jumat kemarin beriringan dengan  kasus dugaan kebocoran retribusi di salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang saat ini menjadi perhatian legislatif. “Beberapa waktu  yang lalu, anggota DPRD yang lain juga pernah mendapat teror dari orang yang sama. Bahkan, kemarin salah satu anggota DPRD itu melaporkan permasalahan itu ke Polresta Blitar,” ucap Samanhudi.

Namun untuk memastikan dugaan tersebut, pihaknya menunggu keterangan beberapa simpatisan yang pernah mengalami serta menjadi saksi permasalahan tersebut. “Untuk mengungkap motif penganiayaan itu tidak sulit kalau salah satu saksi nantinya bersedia bicara jujur.  Dengan demikian, maksud dan tujuan penganiayaan itu dapat diketahui,” ucap pria murah senyum ini. (tri/yog)

 

>