Osteoporosis itu Tak Lagi Mengganggunya
Hj.Betty Tatang
Tentu saja wanita 61 tahun yang bernama Hajah Betty Tatang ini gelisah dan berupaya mencari solusinya. Karena di kompleks tempat tinggalnya, di Kompleks Margahayu Permai, Kelurahan Mekar Rahayu, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung, banyak kaum lansia (lanjut usia) mengikuti senam lansia dengan frekuensi enam kali dalam seminggu, ibu enam anak ini pun tak mau ketinggalan. Maka, ia pun rutin melakukan aktivitas positif itu sejak beberapa tahun belakangan ini. Selain itu, menurut nenek 16 cucu ini, ia juga rutin mengonsumsi New Mandala 525 dua kali dalam sehari sejak tiga tahun yang lalu. Ternyata dengan bantuan kedelai bubuk instan itu pemulihan kesehatan Hajah Betty semakin cepat. “Selain badan jadi ringan, gejala-gejala osteoporosis itu tak pernah mengganggu aktivitas saya lagi,” paparnya saat ditemui di akhir tahun 2009 yang lalu, di rumahnya. Majalah Healthy Life Edisi 10, yang terbit di bulan Oktober 2007 yang lalu, dalam sebuah artikelnya memuat berita sebagai berikut. “Kedelai merupakan bahan pangan yang kaya akan isoflavon, seperti ganestein, daidzen, formanetin, dan biochanin A. Tak heran kedelai telah diteliti banyak ahli di berbagai negara. Tengoklah tulisan Wisnu Adi Yulianto, seorang dosen Teknologi Pangan dari Universitas Wangsa Manggala, Yogyakarta, di Harian Kompas tanggal 28 Oktober tahun 2004 silam. Mengutip berbagai laporan ilmiah, Wisnu mengungkapkan bahwa kedelai bermanfaat untuk mencegah kanker payudara, mencegah osteoporosis, menurunkan kolesterol jahat, mengontrol diabetes, hingga perbaikan memori dan ginjal. Untuk para lelaki, isoflavon kedelai diyakini dapat membantu pencegahan kanker prostat. Tapi, tahukah Anda, manfaat yang banyak itu tampaknya sulit dicapai penduduk Indonesia? Dan mengapa? Soalnya, konsumsi kedelai masyarakat kita hanya 13,3 gram per hari”. Begitulah artikel tersebut menuturkan. Sebagai pembanding, penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia terhadap MDL-525 bisa diperhatikan. Dalam penelitian itu, tim peneliti memberikan 60 gram kedelai bubuk itu setiap hari kepada para wanita perimenopause yang jadi subjek penelitian agar kolesterol jahat di tubuh mereka bisa menurun. Ternyata memang terbukti meskipun hasilnya belum bisa dipublikasikan. Dengan demikian, kita tentu sadar betapa pentingnya mengonsumsi kedelai secara rutin. Dan menurut sejumlah sumber, orang Jepang telah lama membiasakan diri mengonsumsi serealia yang satu ini sejak kecil.
New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya yang nyata dan produknya yang diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga. Dan bila ingin mendapatkannya, hubungi apotek/toko obat terkemuka di kota Anda, atau lewat telepon berikut ini.
DINKES: PIRT No. 815320503590

